Gunung Merapi Sudah 10 Kali Keluarkan Awan Panas
Peristiwa

Gunung Merapi Sudah 10 Kali Keluarkan Awan Panas

Sleman,(sleman.sorot.co)--Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyatakan bahwa Gunung Merapu sudah bererupsi sejak tanggal 4 Januari 2021. Aktivitas erupsi tersebut berupa guguran lava pijar dan awan panas sejauh maksimal 1800 m yang disebut dengan erupsi efusi. 

Sampai dengan saat ini terjadi 10 kali awan panas yaitu pada tanggal 7 (4 kali) , 9, 13, 16 (2 kali), 18, dan 19 Januari 2021, dominasi luncuran sekitar 500 m,  katanya saat memaparkan perkembangan terkini kondisi Gunung Merapi dalam jumpa pers yang dilaksakan di Pendopo Parasamya, pada Selasa (19/01) sore.

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau sejauh maksimal 3 km dari puncak.  

Untuk jarak awan panas maksimal 1,8 km. Masih cukup jauh dari pemukiman yang berjarak 6,5, tambahnya.

Seiring berlangsungnya, saat ini aktivitas seismik, deformasi, dan gas menurun signifikan. Kegempaan internal 27 kali perhari. Deformasi 0.3 cm/hari. Gas vulkanik CO2 saat ini 600 ppm dalam tren menurun. Kejadian guguran tinggi, dominan bersumber di lokasi erupsi. 

Berdasarakan data pemantauan seismik, deformasi, dan gas menurun. Tidak ada tekanan magma berlebih yang mencerminkan tambahan suplai magma, lanjut Hanik.

Sedangkan, Plt. Assek Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Joko Supriyanto menambahkan walaupun merapi sudah di fase erupsi efusi tetapi Pemkab Sleman belum memperbolehkan para pengungsi lereng merapi untuk kembali pulang ke rumahnya masing-masing, mengingat Pemkab Sleman masih memberlakukan PTMK hingga tanggal 25 Januari 2021.

Hingga tanggal 25 januari 2021 pengungsi tetap di barak. Sambil menunggu instruksi Bupati, tutup Joko.