Gara-gara Stiker WhatsApp, Seorang Perempuan Dicekik dan Nyaris Ditikam Tetangga Kos
Hukum & Kriminal

Gara-gara Stiker WhatsApp, Seorang Perempuan Dicekik dan Nyaris Ditikam Tetangga Kos

Ngemplak,(sleman.sorot.co)--Tersinggung usai dikirim stiker pesan WhatsApp membuat IR (40) warga Kapanewon Depok harus diamankan ke Polsek Ngemplak. Tersangka IR ditangkap karena lakukan tindak pidana penganiayaan dan kepemilikan senjata tajam

Kapolsek Ngemplak, Kompol Wiwik Hari Tulasmi didampingi Kanit Reskrim Iptu Sutriyono dan Panit Reskrim Ipda Sagimin mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan dengan mengamati rekaman CCTV sekitar lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan di tempat yang dicurigai pelaku berada, akhirnya petugas reskrim dapat mengetahui ciri-ciri tersangka. Tidak mau buruannya lepas, petugas langsung melakukan penangkapan.

Tersangka kami tangkap pada Senin (04/01) sekira pukul 23.30 WIB, jelasnya Selasa (12/01).

Dari penangkapan tersangka, petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa bilah senjata tajam berupa sangkur dengan ciri bersarung kain hitam, bermata tajam warna putih, dan panjang mata pisau sekitar 30 cm.  

Dijelaskan, peristiwa bermula pada Senin (04/01) sekira pukul 14.00 WIB di Kos Exlusive Boarding House, Dusun Karangsari, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Saat itu, tersangka mendatangi kamar korban yang diketahui bernama Tara Jasmine (28) warga Karawitan No. 26, Perum RC/02/14, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jaten, Jateng. 

Mengetahui korban keluar kamar, tersangka langsung mencekik leher korban. Mendapat perlakuan seperti itu, korban berontak dan tak lama kemudian cekikan tersebut lepas. Namun peristiwa itu dilanjutkan kembali dengan adu mulut di parkiran. 

Diduga tersangka tersinggung karena di grup wa anak kos pada saling kirim stiker candaan. Tersangka tersinggung dan mengira stiker itu ditujukan kepada ayah tersangka. Saat terjadi keributan, tersangka membawa senjata tajam berupa sangkur yang disimpan di pinggangnya. Atas perbuatannya, IR terancam pasal pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 jo Pasal 351  KUH Pidana dengan ancaman di atas 5 tahun, tutup Kompol Wiwik.