Dikirim dari Nigeria, Penyelundupan Narkotika Digagalkan Petugas
Hukum & Kriminal

Dikirim dari Nigeria, Penyelundupan Narkotika Digagalkan Petugas

Depok,(sleman.sorot.co)--Petugas Bea Cukai yang bertugas di Kantor Pos Lalu Bea Plemburan, Yogyakarta telah melakukan penindakan terhadap 1 paket kiriman pos asal Nigeria. Penindakan dilakukan pada Rabu 30 Desember lalu.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Yogyakarta, Hengky Aritonang mengucapkan saat itu petugas mencurigai barang impor yang diberitahukan sebagai ‘Quran Gift’. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam kedapatan 6 kemasan plastik berisi serbuk kristal berwarna putih yang disembunyikan secara melawan hukum dengan modus dinding palsu di dalam kotak hiasan dengan kaligrafi tulisan Arab.

Atas temuan tersebut, kami langsung melakukan pengujian. Hasilnya, serbuk putih tersebut teridentifikasi sebagai methamphetamine (sabu-sabu) dengan berat ± 201,74 gram, ucapnya saat jumpa media di Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Rabu (06/01/2020).

Selanjutnya, tambah Hengky, petugas langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan BNNP D.I. Yogyakarta untuk melakukan controlled delivery. Dari situ, berhasil diamankan seorang penerima barang berinisial CDS (32) warga Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.  

Hengky menambahkan kegiatan pemasukan  barang ilegal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terhadap tersangka CDS bersama barang bukti telah dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi DIY untuk penanganan perkara lebih lanjut.

Kabid Pemberantasan BNNP DIY, Kombes Pol Tri Yunianto menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka CDS merupakan residivis kasus narkoba. Saat di berada di lapas Nusakambangan, tersangka CDS berkenalan dengan AG yang merupakan warga Nigeria.

Keduanya terjerat kasus narkotika. CDS keluar pada tahun 2015, sedangkan AG tahun 2017. Saat sudah sama-sama keluar, keduanya masih sering kontak dan menurut pengakuan CDS, warga Nigeria itu yang mengiriminya paket sabu. Namun pengakuan itu masih kami dalami, tandas Tri.