Tidak Terima Dibleyer, Empat Pemuda Diamankan Usai Lakukan Pengeroyokan di Jalan
Hukum & Kriminal

Tidak Terima Dibleyer, Empat Pemuda Diamankan Usai Lakukan Pengeroyokan di Jalan

Minggir,(sleman.sorot.co)--Diduga lakukan penganiayaan di pinggir jalan, empat orang pemuda harus diamankan Polsek Minggir. Empat orang yang diamankan itu yakni AFPS (21), RPP (21) dan RK (21), warga Desa Sendangarum, Kecamatan Minggir, serta NBD (18) Dusun Sambiroto, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.

Kapolsek Minggir, AKP Made Wira Suhendra mengatakan ke-4 tersangka itu ditangkap pada Minggu (3/1) sekira pukul 16.30 WIB di rumahnya masing-masing. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, 1 buah pot bunga yang berisi tanah serta tanaman bunga, dan 4 buah kaos. 

Dari hasil penyelidikan, akhirnya kami dapat mengetahui para tersangka. Setelah cukup bukti, para  tersangka langsung kami amankan, jelasnya saat jumpa media di Mapolsek Minggir, Rabu (06/01/2020).

Dari keterangan para tersangka, diperoleh keterangan bahwa peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Jumat (1/1) sekira pukul 02.00 WIB. Dimana saat itu, korban atas nama Wakhid Reza Anggriyanto (21) warga Kecamatan Moyudan bersama temannya berboncengan melintasi Jalan Gedongan-Ngapak, Desa Sendangarum, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Sesampainya di simpang tiga Dusun Klodran, Desa Sendangarum Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, ada rombongan dengan mengendarai sepeda motor yang masing-masing saling berboncengan hendak memotong jalan, namun tidak berhenti terlebih dahulu.  

Sehingga, membuat korban kaget dan menekan gas terlalu dalam. Mengetahui hal itu, rombongan tersebut justru mengejar korban. Sesampainya di lokasi kejadian, salah satu dari rombongan pengendara sepeda motor itu menendang korba hingga sepeda motor yang dikemudian terjatuh, namun oleh korban bersama temannya itu berhasil menghindar sehingga tidak terjatuh.

Sesaat kemudian, salah satu rombongan tersangka langsung memukul korban dengan tangan kosong sebanyak 5 kali. Selain itu, tersangka berinisial NBD melempar pot bunga yang berisi tanah dan bunga ke arah badan korban hingga mengajak tubuh bagian belakang. Setelah puas, rombongan tersangka langsung melarikan diri, tandas AKP Made.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ke-4 tersangka terancam pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun 6 bulan.