Tidak Pakai Masker, Seorang Pengunjung Disuruh Push Up
Peristiwa

Tidak Pakai Masker, Seorang Pengunjung Disuruh Push Up

Depok,(sleman.sorot.co)--Satpol PP Sleman melakukan pelaksanaan operasi non yustisi guna mendisiplinkan masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, Selasa (27/10/2020) dini hari. Pelaksanaan tersebut merupakan dasar Peraturan Bupati Sleman Nomor 37 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Kepala Seksi Penegakan Satpol PP Sleman, Pambudi Pramudita, mengatakan maksud dan tujuan diadakan acara itu yakni memberikan sanksi administrasi sambil terus memberikan edukasi. Harapannya masyarakat lebih disiplin dalam menjalankan atau menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. 

Sasaran kali yakni para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Sleman,” jelasnya, Selasa (27/10) pagi.

Pambudi menjelaskan untuk toko swalayan 'Circle-K' yang beralamatkan di Jalan Kaliurang Ke 4,5 Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, melanggar ketentuan karena lebih dari pukul 23.00 WIB masih buka dan melayani pembeli serta tidak menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Atas pelanggaran itu, diberi surat peringatan sebagai sanksi peringatan tertulis.  

Sedangkan untuk kedai kopi 'KULO' di Jalan Kaliurang Km 5,2, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman melanggar ketentuan karena lebih dari pukul 23.00 WIB masih buka dan melayani pembeli. Sangsinya diberi surat peringatan.

Kafe 'Be A Coffee', di Karangasem Barek, CT, Depok, Sleman juga melanggar ketentuan karena masih buka dan melayani pembeli setelah pukul 23.00 WIB. Dibuatkan berita acara pemberian Sanksi berupa Teguran Lisan. Untuk Resto 'Sego Macan' di Jalan Selokan Mataram, Klebengan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, melanggar ketentuan karena masih buka dan melayani banyak tamu setelah lewat jam 23.00 WIB, serta tidak menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Diberikan sanksi berupa teguran lisan.

Di warung kopi 'Giras' di Karanggayam, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman melanggar ketentuan karena masih buka di luar jam ketentuan. Pukul 00.15 WIB masih buka dan pengunjung cukup banyak. Sangsinya diberikan berita acara berupa peringatan tertulis,” tambah Pambudi. 

Selain terhadap para pelaku usaha, juga diberikan sanksi terhadap perorangan karena tidak memakai masker saat berada di Resto 'Sego Macan'. Sanksi yang diberikan yakni berupa Kegiatan Olah Raga Push Up sejumlah 30 kali. Selanjutnya, kepada pelanggar tersebut diberikan masker. 

Satu orang pengunjung di resto 'Sego Macan' tidak memakai masker, sehingga yang bersangkutan diberi hukuman push up,” tandas Pambudi.