Sebuah Layang-layang Tersangkut Pesawat Saat Hendak Mendarat
Peristiwa

Sebuah Layang-layang Tersangkut Pesawat Saat Hendak Mendarat

Depok, (sleman.sorot.co)--Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 1107 dari Jakarta tersangkut layang-layang ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (23/10). Pesawat yang berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada pukul 16.46 WIB.

General Manager Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan usai melakukan pendaratan, sekira pukul 16.49, ditemukan adanya layang-layang di roda pesawat ketika dilakukan pengecekan pesawat sesaat setelah pesawat tersebut berhenti dan terparkir di bandara. Beruntung, kejadian itu tidak mengganggu lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto dan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Adisutjipto tetap berjalan normal.

Setelah pesawat block on pada parking stand, tim operasional selalu lakukan pengecekan pesawat untuk memastikan keselamatan pasca penerbangan. Saat pengecekan pesawat itu dilakukan, tim operasional menemukan layang-layang yang tersangkut pada bagian atas roda kanan pesawat, jelasnya Sabtu (24/10/2020).


Selanjutnya, tambah Agus Pandu, setelah dilakukan pengecekan terhadap pesawat, ternyata tidak ditemukan kerusakan apapun. Sehingga pesawat dapat melanjutkan kembali penerbangannya.  

Atas kejadian tersebut, Agus Pandu menghimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di area sekitar bandara. Karena layang-layang dapat masuk ke turbin dan membahayakan penumpang.

Layangan akan berbahaya sekali ketika diterbangkan di kawasan sekitar bandara. Jika layangan tersangkut di baling-baling pesawat maka resiko kecelakaan pesawat dan munculnya korban jiwa menjadi sangat tinggi. Hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang No. 1 tahun 2009 tentang penerbangan, tegas Agus Pandu.

Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dijelaskan pada pasal 210 bahwa setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara. Ancaman pindana penjara selama tiga tahun atau denda maksimal sebanyak Rp 1.000.000.000 dapat dikenakan bagi pelanggar, sebagaimana diatur dalam pasal 421 ayat 2. 

Akan kami tindak secara tegas bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut,” tutupnya.