Geram Jalan Rusak Diabaikan, Warga Ramai-ramai Pasang Spanduk Sindiran
Sosial

Geram Jalan Rusak Diabaikan, Warga Ramai-ramai Pasang Spanduk Sindiran

Minggir, (sleman.sorot.co)--Kesabaran warga Citran, Sendangmulyo, Kecamatan Minggir tampaknya sudah habis. Mereka kesal dengan kurangnya perhatian dari pemerintah sehingga jalan di desa mereka mengalami kerusakan sangat parah. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat setempat dalam beraktifitas. Lantaran kesal, sejumlah warga kemudian berinisiatif memasang spanduk bernada sindiran terkait kerusakan jalan yang semakin parah.

Beberapa spanduk yang terpasang diantaranya bertuliskan Dirgahayu Sleman 101, Kapan Jalan Ini Diaspal. Kemudian ada juga ucapan Selamat Datang di Obyek Wisata Jeglongan Sewu.

Ketua RT 02 Prapak Kulon, Sendangmulyo Sumarya, mengatakan pemasangan spanduk dan banner ini merupakan bentuk protes warga. Warga sebal karena sejak lama kerusakan hanya dibiarkan saja oleh instansi terkait. Seiring berjalannya waktu, kerusakan jalan pun menjadi semakin parah dan sangat mengganggu aktifitas warga.

Semenjak sebelum lebaran ini (banner dan spandukk) dipasang oleh warga,” tutur Sumarya, Rabu (05/07/2017) siang.

Diungkapkan dia, kondisi jalan sendiri semakin parah dan sangat mengganggu aktifitas warga. Tak hanya warga masyarakat pengguna jalan, warga di sekitar jalur tersebut juga harus terganggu oleh debu-debu yang masuk ke rumah mereka lantaran di beberapa titik, aspal sudah mengelupas habis dan tidak tersisa.

Tak jarang warga yang melewatinya sering jatuh karena terpeleset hingga mengalami ban bocor, ucapnya.

Menurut Sumarya, kerusakan jalan sendiri sudah terjadi sejak 4 tahun yang lalu. Selama ini, tidak pernah ada perhatian dari pemerintah dan sama sekali tidak ada tanda-tanda akses jalan tersebut akan mendapatkan perbaikan.

Lebih lanjut Sumarya mengatakan, protes sendiri tidak hanya dilakukan oleh warganya, beberapa warga di sekitar jalur seperti warga Jomboran, warga Prapak, Nyolan, dan Mergan pun melakukan hal serupa.

Ini yang rusak parah kan jalurnya panjang,” lanjut dia.

Dikonfirmasi, Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Minggir, Menik Zuqriyah memaparkan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa berkaitan dengan jalan rusak tersebut. Status jalan tersebut adalah Jalan Kabupaten sehingga kewenangan perbaikan ada di Pemerintah Kabupaten.

Namun demikian, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti protes warga tersebut ke instansi terkait.

"Untuk pembangunan jalannya, kemungkinan akan diperbaiki pada tahun ini," ucap Menik.