Gondol Uang dan Perhiasan Majikan, Pembantu Rumah Tangga Diciduk Polisi
Hukum & Kriminal

Gondol Uang dan Perhiasan Majikan, Pembantu Rumah Tangga Diciduk Polisi

Mlati,(sleman.sorot.co)--Seorang perempuan berinisial MY (48), warga Kampung Badran, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, harus mendekam di tahanan Polsek Mlati. Ia yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga ini diduga melakukan pencurian sejumlah barang berharga di rumah Istoqlal Rezaaufan (30), majikannya di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati.

Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu melalui Panit 2 Reskrim Aiptu Sagimin menjelaskan, aksi pencurian itu dilakukan pada 15 September 2018. Pelaku mengambil perhiasan berupa dua gelang emas masing-masing seberat 13 gram dan 10 gram, uang 75 ribu Dolar Amerika, uang 700 ribu rupiah dalam almari di rumah korban.

Tersangka bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah korban. Ia dengan leluasa mengambil barang-barang milik korban saat saat korban sedang tidak di rumah. Usai mengambil barang-barang berharga korban, pelaku melarikan diri dan tidak kembali,” ujarnya, Kamis (31/1).

Korban baru mengetahui menjadi korban pencurian saat ia mengecek perhiasan yang ia simpan dalam almari pada 15 Januari 2019. Ia kaget karena seluruh perhiasan dan uang yang disimpan dalam almari sudah raib. Ia pun melapor kejadian yang ia alami ke Polsek Mlati. 

Jajaran Polsek Mlati kemudian mendatangi rumah korban untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku pencurian di rumah tersebut. Dari hasil penyelidikan, pelaku mengarah ke MY yang pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah korban.

Pelaku dimankan pada 25 Januari 2019 pukul 18.00 WIB beserta barang bukti pengganti berupa dompet warna abu-abu, kotak perhiasan warna merah, selembar nota pembelian emas, telepon genggam dan kipas angin,” terang Aiptu Sagimin.

Sementara itu, hingga kini petugas masih melacak keberadaan perhiasan hasil curian yang sudah dijual di wilayah Kota Yogyakarta. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 362 jo pasal 64 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.