Bawa Kabur Motor Teman, Pemuda Lampung Ini Diciduk Polisi
Hukum & Kriminal

Bawa Kabur Motor Teman, Pemuda Lampung Ini Diciduk Polisi

Mlati,(sleman.sorot.co)--Seorang pemuda berinisial EV (35), warga Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Mlati, pada Jumat 18 Januari 2019. Ia disangka telah melakukan penggelapan sepeda motor milik Wulan Priyono (24), warga Dusun Bolang RT 05 RW 06 Desa Giripanggung, Kecamatan Tepus, Gunungkidul.

Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu melalui Panit 2 Aiptu Sagimin menjelaskan, pada 11 Januari 2019 sekitar pukul 12.00 WIB, keduanya diketahui tengah berada di RSUP Dr Sardjito. Selanjutnya, pelaku meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk pulang ke kos. Karena sudah saling mengenal dan tinggal satu kos, korban kemudian meminjamkan motor moliknya.

Korban dan pelaku tinggal satu kost di wilayah Sinduadi, Mlati. Sehingga korban tidak menaruh curiga kepada pelaku dan saat itu juga korban langsung menyerahkan kunci motor beserta STNK kepada pelaku,” ucap Aiptu Sagimin, Rabu (30/1).

Selanjutnya, sekitar pukul 15.00 WIB, korban mengubungi pelaku melalui sambungan telepon untuk menjemputnya, namun nomor handphone pelaku sudah tidak aktif. Karena khawatir, korban kemudian meminta antar teman lain untuk pulang ke kos. Sesampainya di kos, pelaku dan sepeda motor miliknya tidak ada di tempat. Dari informasi tetangga kos menyatakan, pelaku sudah pulang ke Lampung Selatan. 

Karena tidak dapat menghubungi pelaku, korban memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke kepolisian Polsek Mlati. Petugas pun langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan berusaha mencari keberadaan pelaku. Dari hasil penyelidikan, pelaku terdeteksi berada di wilayah Cilengsi Bogor. Tak mau kehilangan jejak, petugas kemudian segera melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku.

Pelaku berhasil kita amankan beserta barang bukti BPKB Honda Beat, jaket kulit warna hitam dan sepasang sandal slop merk cole warna coklat. Untuk sepeda motor masih dalam pencarian. Pelaku akan kita jerat pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun,” tandas Aiptu Sagimin.