Dicurigai Mau Tawuran, Empat Pelajar Diamankan, Satu Kedapatan Bawa Celurit dan Doubel Stick
Hukum & Kriminal

Dicurigai Mau Tawuran, Empat Pelajar Diamankan, Satu Kedapatan Bawa Celurit dan Doubel Stick

Mlati,(sleman.sorot.co)--Berniat hendak melakukan tawuran, 4 pelajar dari SMA 11 Kota Yogyakarta diamankan oleh petugas Polsek Mlati saat melakukan kegiatan patroli. Mereka diamankan di Jalan Perdana, Tegal Mindi Sinduadi, Mlati, Sleman, atau tepatnya di sebuah angkringan di belakang Crystal Lotus Hotel, Kamis (10/01) sekira pukul 16.30 WIB.

Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu menerangkan bahwa sebelum dilakukan penangkapan, kepolisian mencurigai sejumlah murid yang diketahui berasal dari sekolah SMA 11 Kota Yogyakarta, SMK 4 Jetis, dan SMA Negeri 1 Seyegan yang asyik nongkrong. Petugas yang saat itu sedang melakukan patroli wilayah di Jalan Perdana kemudian mendekati para pelajar tersebut. Spontan, para pelajar tersebut langsung melarikan diri saat petugas mendatangi mereka. Mereka pun bubar secara berhamburan. Tidak mau kecolongan, polisi akhirnya dapat mengamankan 4 pelajar. 

Ke-4 pelajar tersebut yang diamankan yakni M (17) warga Donoharjo Ngaglik, RH (17) warga Kecamatan Ngaglik, R (17) warga Gedongkuning Banguntapan, Bantul dan JA (17) Ambarketawang, Gamping Sleman. Dari 4 pelajar yang tersebut, 1 orang diketahui membawa celurit dan dobel stik yakni JA (17) warga Ambarketawang, Gamping Sleman, ucap Kapolsek saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (11/01/2019).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku JA mengakui bahwa senjata tersebut miliknya. Pelaku membawa senjata dengan alasan untuk berjaga-jaga jika kalau ada musuh yang mau menyerang. Senjata tersebut oleh pelaku disimpan di dalam tas.  

JA statusnya saat ini sudah dinaikan ke penyidikan karena kedapatan memiliki senjata itu. Sedangkan tiga lainya masih sebatas saksi, tandasnya.

Akibat perbuatannya, pemilik celurit dan doubel stick dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951 tentang kepemilikan senjata tajam. Dalam pasal itu, pelaku terancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun.