Sebarkan Hoax Surat Suara, Tiga Akun Medsos Dilaporkan ke Polda DIY
Hukum & Kriminal

Sebarkan Hoax Surat Suara, Tiga Akun Medsos Dilaporkan ke Polda DIY

Depok,(sleman.sorot.co)--Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sikap melaporkan 3 akun media sosial yang di duga menyebar hoax ke Polda (Daerah Istimewa Yogyakarta) DIY, Jumat (4/1). Ketiga akun yang dilaporkan yakni akun Andi Arief, Afrizal Anoda dan Ghost Hunter Indonesia yang berisi hoax tentang 7 kontainer surat suara pemilu tercoblos.

Anggota LBH Sikap, Wahyudi Saptaputra, menuturkan pelaporan dilakukan karena tiga akun tersebut dianggap telah merugikan dan menciptakan kegaduhan di masyarakat. Ia berharap pihak kepolisian dengan segera menindak tegas pemilik ketuga akun tersebut, sehingga peristiwa serupa tidak terulang. Ketiga akun dilaporkan dengan sangkaan pelanggaran Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ketiga akun itu seolah-olah memberikan penekanan seakan-akan ada permainan kotor dalam pemilu. Mereka seolah-oleh melempar batu agar mendapatkan respon dari masyarakat. Cara-cara jahat berupa fitnah, hoax dan ujaran kebencian harus kita lawan secara bersama sama secara hukum untuk melindungi masyarakat,” ujarnya, di Mapolda DIY.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto yang mendampingi pelaporan tersebut mengatakan, pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemilu yang bergembira, bermartabat dan berbudaya. Pemilu tidak boleh dinodai dan diganggu oleh upaya-upaya jahat seperti hoax. Ia mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada KPU dan Bawaslu agar bisa menyelenggarakan pemilu dengan baik. 

Dalam perkembangan terkait hoax surat suara itu, kita memberikan dukungan penuh kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengungkap sekaligus menangkap para pelakunya baik yang memproduksi maupun yang menyebarluaskan,” katanya.

Ia berharap kepada Kepolisian Indonesia untuk tegas tanpa pandang bulu untuk memproses kasus penyebaran hoax tersebut. Ia juga meminta kepada pemilik akun yang dilaporkan agar segera menyerahkan diri kepihak kepolisian.