Dua Orang Penyelenggara Pesta Seks di Hotel Resmi Jadi Tersangka
Hukum & Kriminal

Dua Orang Penyelenggara Pesta Seks di Hotel Resmi Jadi Tersangka

Depok,(sleman.sorot.co)--Usai melakukan pemeriksaan secara maraton, tim penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda DIY telah resmi menetapkan 2 orang tersangka kasus pesta seks di sebuah hotel/home stay di wilayah Condongcatur, Kecamatan Depok, selasa (11/12) lalu. Dua orang tersangka masing-masing lelaki berinisial AS dan HK.

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan, penetapan dua tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan bukti petunjuk, alat bulti dan kesesuaian hasil pemeriksaan dari para saksi. Salah satu barang bukti yang berhasil disita petugas yakni uang sejumlah Rp 1,5 juta rupiah.

Dari peristiwa yang terjadi itu kita punya alat bukti, saksikemudian barang bukti dan keterangan-keterangan dari para saksi, dua orang tersebut sah dan terpenuhi alat buktinya maka kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kombes Pol Hadi Utomo, Jumat (14/12).

Ia menambahkan, peran kedua tersangka yakni menyelenggarakan kegiatan pesta seks di dalam satu ruangan hotel/homestay dengan memungut biaya. Terhadap dua tersangka akan dikenakan pasal berlapis yakni pasal 298 tentang pencabulan dan pasal 12 Undang-undang Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang. Atas tindakannya, keduanya terancam hukuman apaling lama 15 tahun penjara. 

Perannya mereka mengeksploitasi seseorang dengan melakukan atau memperlihatkan persetubuhan di dalam satu ruangan. Dan dari kegiatan itu mereka memungut biaya,” tandasnya.

Sementara itu terhadap 10 orang yang ikut diamankan dalam kegiatan pesta seks tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda DIY dan masih berstatus sebagai saksi. Dari hasil perkembangan pemeriksaan, sejumlah saksi mengaku sudah melaksanakan kegiatan serupa sebanyak 4 kali. Sehingga, pihak kepolisian masih akan terus melakukan penyelidikan terkait keterangan tersebut.

Untuk yang 10 orang masih kita periksa dan kita dalami. Selanjuntnya penyidik akan melakukan pemeriksaan tersangka, kalau kooperatif ya tidak kita lakukan penahanan,” tandasnya.