Tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo, Ribuan Warga Berburu Apem
Budaya

Tradisi Saparan Ki Ageng Wonolelo, Ribuan Warga Berburu Apem

Ngemplak,(sleman.sorot.co)--Ribuan warga dari berbagai daerah memadati komplek Makam Ki Ageng Wonolelo, Dusun Pondok Wonolelo, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Jumat (19/10). Dalam bulan Sapar pada penanggalan Jawa, warga setempat menggelar upacara adat Saparan Ki Ageng Wonolelo sekaligus Haul dari anak Prabu Brawijaya V tersebut.

Tradisi ini diawali dengan kegiatan pengajian akbar dan kirab pusaka Ki Ageng Wonolelo seperti Kitab Suci Al Qur'an, Rasukan Gundil, Kopiah, Bungkala Mustopo Masjid dan dua Gunungan Apem dari Bali Desa Widodomartani menuju Komplek Makam Ki Ageng Wonolelo. Upacara adat inibertujuan untuk memperingati, menghormati, mendoakan serta sebagai wujud darma bakti anak cucu kepada leluhur.

Ki Ageng Wonolelo merupakan orang pertama yang mendirikan Dusun Pondok Wonolelo. Beliau merupakan keturunan Prabu Brawijaya V dan seorang penyebar agama Islam pada masa Kerajaan Mataram,” ungkap Ketua Panitia Saparan Ki Ageng Wonolelo, Wartono

Adapun arak-arakan kirab diikuti oleh beberapa bregodo seperti sesepuh trah, sesepuh dusun, putro wayah, santri, alim ulama, prajurit, putri domas serta berbagai kelompok kesenian. Tradisi Saparan ini juga lebih dikenal dengan Tradisi Apeman karena dalam upacara inidisediakan gunungan terbuatdari apem yang akan didoakan kemudian dibagikan kepada ribuan warga yang hadir. 

Apeman berasal dari bahasa Arab yaitu Apuwum yang berarti pemberi maaf. Sehingga Ki Ageng sejak dulu selalu menginginkankan seluruh pengikutnya untuk menjadi umat yang suka memberi maaf pada sesama,” ujar Juru Kunci Makam Ki Ageng Wonolelo, Suparmanto.

Gunungan apem yang dipersembahkan dari para warga dan Pondok Pesantren Ki Ageng Wonolelo menjadi atraksi budaya menarik karena jumlahnya mencapairibuan dengan berat mencapai 1,5 ton. Apem akan dibagikan kepada seluruh warga sebagai teladan Ki Ageng Wonolelo yang dikenal sebagai seorang dermawan.