Peduli Korban Gempa Palu dan Donggala, BPPI Galang Dana Kemanusiaan
Sosial

Peduli Korban Gempa Palu dan Donggala, BPPI Galang Dana Kemanusiaan

Depok,(sleman.sorot.co)--Gempa dahsyat melanda Palu dan Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018. Selain mengakibatkan ratusan korban meninggal, gempa juga menyebabkan ratusan korban luka, bangunan rumah robuh dan infrastruktur mengalami kerusakan. Hingga kini korban gempa Sulawesi tengah masih membutuhkan bantuan baik makanan maupun logistik lainnya.

Guna meringankan beban para korban gempa di Sulawesi Tengah, sejumlah mahasiswa dan wirausahawan muda di Sleman yang tergabung dalam Barisan Pemuda Peduli Indonesia (BPPI) menggelar aksi spontanitas pengumpulan bantuan. Koordinator BPPI, Mohammad Fuad Burhan, mengatakan, aksi itu sebagai wujud solidaritas dan keprihatinan atas musibah bencana alam yang terjadi.

Anggota yang dari kalangan mahasiswa mereka mengumpulkan spontanitas di lingkungan kampus, yang dari kalangan Karang Taruna juga melakukan hal serupa. Bukan pada nilai dan jumlah yang mereka kumpulkan tetapi aksi spontanitas ini merupakan wujud semangat anak muda berbagi dalam jiwa solidaritas untuk sesama. Terlebih bantuan ini untuk saudara kita yang sedang kesusahan karena terkena musibah,” ujar Fuad, dihubungi Rabu (3/10/2018).

Bentuk aksi solidaritas dan spontanitas anggota BPPI yang bermarkas di Maguwoharjo, Kecamatan Depok ini, di antaranya dilakukan dengan menjual handycraft, aneka makanan dan minuman olahan. Berbagai macam barang yang dijual merupakan hasil produksi dan hasil usaha dari masing-masing anggota BPPi yang mencapai 100 orang. Selanjutnya, keuntungan dari hasil penjualan tersebut akan disumbangkan ke korban bencana. 

Rencananya dana yang sudah terkumpul akan langsung disalurkan kepada korban bencana baik dalam bentuk uang, barang seperti selimut atau bahkan makanan kering. Ia berharap, aksi solidaritas kemanusiaan ini dapat diikuti oleh elemen masyarakat yang lain sehingga masyarakat di Sulawesi Tengah dengan cepat mampu bangkit dan kembali beraktivitas.

Sementara itu, BPPI sendiri memiliki satu visi yakni mengurangi angka pengangguran dengan potensi yang dimiliki masing-masing pemuda. Banyak hal kegiatan yang dilakukan BPPI di antaranya menggiatkan sektor peternakan dan pertanian di kalangan anak muda. Selain itu pihaknya juga berupaya mengajak anak muda memiliki jiwa entrepreneur dan jiwa dengan memiliki kemandirian tinggi.

Sekarang banyak anak muda yang merasa malu dan gengsi jika menjadi peternak atau petani, sehingga mereka lebih memiliih bekerja di sektor formal. Padahal jika ditekuni, dunia peternakan dan pertanian dapat membawa kesuksesan yang lebih maksimal jika dibandingkan dengan hanya menjadi karyawan. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan potensi sumber daya alam (SDA) yang dapat dikelola hingga tercapai kesuksesan,” tandas Fuad.