Kurangi Angka Pengangguran, Pengusaha Muda Ajak Anak Panti Kembangan Usaha Peternakan
Sosial

Kurangi Angka Pengangguran, Pengusaha Muda Ajak Anak Panti Kembangan Usaha Peternakan

Pakem,(sleman.sorot.co)--Sekelompok pengusaha muda yang tergabung dalam Barisan Pemuda Peduli Indonesia (BPPI) mengunjungi Panti Anak Yatim Putri Muhammadiyah Sleman, Minggu (23/9) malam. Kunjungan mereka kali ini bertujuan untuk bersilaturahmi dan menyerahkan santunan serta aksi berbagi kepada puluhan anak asuh di panti tersebut.

Rombongan BPPI berjumlah sekitar lima anggota diterima langsung oleh pengasuh Panti Asuhan Putri Muhammadiyah, Ustadz Abdul Wahid bersama sekitar 25 anak asuh. Dalam kesempatan tersebut, pihak pengasuh menilai BPPI telah berperan langsung dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan usaha yang dikerjakan, di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurutnya, pemuda harus mempunya andil sekecil apapun dalam pembangunan.

Koordinator BPPI, Muhammad Fuad Burhan, mengungkapkan, sudah beberapa kali berkunjung ke Panti Anak Yatim Putri Muhammadiyah yang terletak di Dusun Jemblangan, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem tersebut. Keberhasilan sejumlah bidang usaha anggota BPPI yang ber-basecamp di Maguwoharjo Kecamatan Depok itu, tidak lepas dari doa dan dukungan anak-anak Panti Anak Yatim Putri Muhammadiyah.

Memang acara ini sering saya lakukan di sini, karena menurut saya di tempat ini lebih membutuhkan. Acara ini sebagai rasa syukur dari kami karena dengan doa anak-anak panti ini, teman-teman BPPI dalam menjalankan usaha telah diberikan kelancaran,” ungkapnya ditemui di sela kunjungan.

Fuad menambahkan, jenis-jenis usaha yang dikembangkan oleh anggota BPPI antara lain bergerak di bidang peternakan ikan lele, gurami bawal dan nila. Selain itu, ada pula anggota BPPI yang mengembangan usaha peternakan unggas. Dengan beberapa unit usaha tersebut, pihaknya mengaku sudah mampu membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di DIY. 

Menurutnya, prospek usaha di bidang peternakan masih sangat terbuka dan menjanjikan, mengingat kebutuhan ikan di DIY selama ini masih ditopang pasokan dari luar daerah. Sedangkan peternak lokal sendiri baru mampu memenuhi sekitar 50 persen dari total jumlah kebutuhan ikan konsumsi di DIY. Sehingga, ia mengajak kalangan generasi muda untuk tidak malu-malu membuka usaha di bidang peternakan untuk meningkatkat ekonomi keluarga.

Saya sebagai pengusaha menginginkan anak-anak muda itu harus bisa berwirausaha atau berbisnis. Karena banyak dalam pemikiran anak-anak muda sekarang ini, ketika lulus kuliah lebih banyak yang mengarah ke mencari pekerjaan. Saya ingin membuka ruang bagi teman-teman, ayo kita bisa. Dan dari usaha ini kita bisa banyak membantu orang-orang di sekitar kita,” paparnya.

Sementara itu, ajakan BPPi kepada generasi muda untuk berwirausaha itu diwujudkan dengan membuka pelatihan kepada mereka di bidang usaha peternakan. Bagi generasi muda yang tertarik dan serius untuk mengembangkan usaha peternakan tersebut, dapat mengikuti pelatihan dengan mendaftarkan diri ke basecamp BPPI di Maguwoharjo. Mereka akan mendapatkan pelatihan secara teori, praktik dan pendampingan selama menjalankan usahanya.

Saya ambil contoh untuk komoditas ikan lele, kebutuhan konsumsi ikan lele pada 2017 itu mencapai 48 ribu ton atau 43 persen dari total kebutuhan ikan di DIY. Selama ini, pemenuhan kebutuhan ikan di DIY baru terpenuhi kurang dari 50 persen, sisanya dari luar daerah. Kami juga berharap adik-adik di panti asuhan ini dapat suskes berwirasuaha. Jangan malu berternak, jika melalui beternak akan kita capai kesuskesan,” tandasnya. (pur)