Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu, Polda DIY Halau Kerusuhan Massa
Peristiwa

Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu, Polda DIY Halau Kerusuhan Massa

Berbah,(sleman.sorot.co)--Jajaran Polda DIY melaksanakan Apel Gelar Pasukan ‘Operasi Mantap Brata Progo 2018’ di Hanggar Shelter D Lanud Adisucipto, Rabu (19/9). Apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Pemilihan Umum 2019 ini dipimpin langsung oleh Kapolda DIY, Brigjen Polisi Ahmad Dofiri.

Kapolda mengungkapkan apel gelar pasukan pengamanan pemilu digelar secara serentak oleh jajaran Polri seluruh Indonesia sebagai persiapan pengamanan pemilu. Selain anggota Polri, persiapan pengamanan juga melibatkan personel dari TNI dan sejumlah pihak-pihak yang terkait dalam Pemilu 2019.

Hari ini kita cek kesiapan seluruh personel yang dikerahkan baik TNI maupun Polri. Persiapan termasuk peralatan, serta sarana dan prasarana supaya pemilu dapat berjalan aman, tertib dan lancar,” ujar Kapolda.

Kapolda menambahkan, dalam masa kampanye pemilu yang dimulai 23 September hingga 31 Desember 2018, pihaknya akan menerjunkan sebanyak 591 personel dari Polda dan jajaran Polres/Polresta. Masa memiliki kerawanan yang cukup tinggi karena terdapat pengerahan massa, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan. 

Sebanyak 591 personel terdiri dari Polda DIY 341 orang, Polresta 60, Polres Sleman 60 orang, Polres Bantul 50 orang, Polres Kulon Progo 40 orang dan Polres Gunungkidul sebanyak 40,” jelasnya.

Pelaksanaan operasi pengamanan pemilu dilakukan dengan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Operasi ini sebagai bentuk jaminan keamanan Polda DIY kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam penyelenggaraan pemilu. Kepolisian akan menindak tegas pihak-pihak yang berniat membuat kerusuhan selama tahapan pemilu berlangsung.

Sementara guna kesiapan personel, dalam apel gelar pasukan ini juga dilaksanakan simulasi pengamanan pemilu mulai dari tahapan kampanye terbuka, pelaksanan pemungutan suara, hingga rekapitulasi di KPU. Dalam simulasi ini diperagakan adanya kerumunan massa yang melakukan aksi unjuk rasa karena tidak puas dengan hasil pemilu. Dengan sigap petugas menghalau para pelaku kerusuhan yang mengganggu keamanan tersebut.