Todongkan Clurit dan Rampas Barang Orang Lain, Dua Remaja Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Todongkan Clurit dan Rampas Barang Orang Lain, Dua Remaja Dibekuk Polisi

Ngaglik,(sleman.sorot.co)--Unit Reskrim Polsek Ngaglik berhasil menangkap dua remaja klitih pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi 22 Agustus 2018 silam. Dua pelaku tersebut yakni FDP (14) warga Dusun Pajangan Desa Pandoharjo, Sleman serta R (18) warga Kecamatan Seyegan, Sleman. 

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto menerangkan, tindak kriminal curas bermula saat korban, Adam Zuhra Nur Rahmad (14), warga Nglempong Lor Sariharjo, Ngaglik, Sleman sedang mengendarai sepeda motor bersama tiga orang temannya dari arah timur ke barat di Jalan Gito-gati. Namun sampai di tempat kejadian perkara, tepatnya di depan Ruko Penen Donoharjo Ngaglik Sleman, korban dihentikan oleh dua orang yang mengependarai sepeda motor jenis matic.

Kemudian salah seorang mengancam kepada korban dengan menggunakan senjata tajam jenis clurit. Pada saat mengancam pelaku meminta kepada korban untuk menyerahkan barang berharganya. Karena tak berdaya, korban pun menuruti keinginan pelaku.

Keduanya berhasil diamankan pada Kamis (13/09/2018) di rumah salah satu pelaku sekitar pukul 21.30 WIB. Penangkapan tersebut bermula dari keterangan korban bersama saksi yang merupakan teman korban. Saat itu, mengatahui ciri-ciri kendaraan yang digunakan oleh pelaku yakni sepeda motor jenis matic.

"Berdasarkan keterangan tersebut, Unit Opsnal Polsek Ngaglik langsung melakukan penyelidikan dan diperoleh keterangan bahwa ciri-ciri sepeda motor  yang dimaksud berada di salah satu rumah pelaku. Mendapatkan informasi tersebut, Unit Opsnal langsung melakukan penangkapan," ucapnya Minggu (16/09/2019). 

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu buah handphone merk Advan warna Silver, satu buah helm BMC warna hitam dan sebuah jaket kain warna hitam milik korban dan sebuah jaket milik pelaku.  

" Akibat kejadian tersebut, korban menderita kerugian sebesar Rp.1.950.000. Atas perbuatannya pelaku terkena Pasal 365 KUHP dan saat ini sudah mendekam dalam jeruji besi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutup Iptu Budi Karyanto.