Pentas Wayang Orang, Angkara Kangsa Merebut Tahta Istana
Budaya

Pentas Wayang Orang, Angkara Kangsa Merebut Tahta Istana

Prambanan,(sleman.sorot.co)--Pertunjukan wayang orang kembali digelar, Sabtu (15/9/2018) malam. Pentas wayang orang ini diselenggarakan di Desa Wisata Candi Banyunibo yang terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Adapun lakon yang dibawakan berjudul Dredah Manduro atau Kangsa Adu Jago

Koordinator acara, Markus Pardiman, mengungkapkan pementasan wayang orang kali ini disutradarai oleh dirinya sendiri. Diceritakan, Kerajaan Manduro dipimpin oleh Prabu Basudewo. Dia memiliki dua anak laki-laki, Kakrasono dan Narayono, seorang anak perempuan Endang Bratajaya, serta anak tiri laki-laki, Kongso. Kongso ingin memiliki kekuasaan di Kerajaan Manduro. Salah satu caranya membinasakan anak-anak Prabu Basudewo. Sayangnya, ketiga anaknya dititipkan di rumah Demang Antagopa, yang tidak diketahui Kangsa.

Singkat cerita, Kangsa yang sudah menjadi raja muda menginginkan dibuat arena adu jago dengan siapa yang menang berhak menjadi raja di Mandura. Kangsa pun mengirim pamannya, Patih Suratimantra. Sementara Prabu Basudewo mengutus Bima. Patih Suratimantra pun tumbang meski beberapa kali sempat dihidupkan.

Kangsa yang tidak terima mencurigai kekalahannya karena ulah anak Prabu Basudewo. Terjadilah pertarungan hingga akhirnya Kangsa kalah.

"Pesan moralnya yakni, sosok Kangsa itu mempunyai tujuan yang tidak pasti akhirnya punah karena keinginannya sendiri tersebut tidak terpenuhi," kata Pardiman.

Pardiman juga berharap, pentas wayang orang yang sudah jarang berlangsung bisa dikembalikan lagi sehingga menjadi tontonan masyarakat. 

"Mudah-mudahan dengan adanya pementasan wayang orang ini, masyarakat dapat mengetahui sejarah," pungkasnya.