Rampas Handphone di Masjid Kantor Kecamatan, Empat Pemuda Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Rampas Handphone di Masjid Kantor Kecamatan, Empat Pemuda Dibekuk Polisi

Cangkringan,(sleman.sorot.co)--Unit Reskrim Polsek Cangkringan mengamankan empat orang tersangka kasus perampasan handphone dengan korban seorang remaja belasan tahun. Aksi pencurian dengan kekerasan dilakukan para pelaku beberapa waktu yang lalu tepatnya hari selasa 13 Februari 2018 sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Cangkringan Ipda Lili Mulyadi, menjelaskan, keempat tersangka masing-masing MGG (17), OAHS (18) dan FLM (16), ketuganya warga Kecamatan Depok, serta MR (17), warga Tambakbayan. Para tersangka masih berstatus sebagai pelajar.

Mereka kami amankan pada Selasa (4/9/2018) di dua lokasi berbeda. Tiga tersangka MGG, FLM, MR, kami amankan di Babarsari dan tersangka OAHS di Maguwoharjo,” jelasnya, Senin (10/9).

Penangkapan para tersangka berawal dari laporan korban bernama Cahyo Nugroho (14), warga Sandang Wetan RT 05/09 Wukirsari, Kecamatan Cangkringan. Peristiwa perampasan ketika korban bersama beberapa temannya berteduh di Masjid Kantor Kecamatan Cangkringan. Tiba-tiba ia didatangi dua orang pemuda tak dikenal berboncengan dengan mengendarai sepeda motor jenis Vario. 

Mereka sempat mengobrol dengan korban, hingga tersangka meminjam handphone milik korban dengan alasan untuk membuka Instagram. Beberapa saat handphone berada di tangan tersangka, korban berniat meminta kembali handphone miliknya. Bukan dikembalikan, tersangka justru mengamcam korban akan melukai korban dengan senjata tajam.

Karena takut, korban membiarkan orang tersebut membawa kabur handphone miliknya. Korban kemudian melaporkan ke Mapolsek Cangkringan. Dari keterangan korban, anggota kami dapat mengidentidikasi ciri-ciri tersangka dan kendaraan yang digunakan para tersangka, hingga mereka berhasil kami amankan,” terangnya.

Selain mengamankan para tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa handphone merk LG sery K10 LTE warna hitam dan satu unit sepeda motor merek Honda Vario warna merah dengan nomor polisi AB-3427-BX. Dalam aksinya, para tersangka saling berbagi tugas, yakni MGG dan OAHS berperan sebagai joki, MR berperan sebagai pengawas tempat kejadian perkara dan FLM berperan sebagai eksekutor.

Para tersangka akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancamannya 9 tahun penjara,” pungkas Kaposlek.