Polda DIY Kesulitan Lacak Aset Kasus Korupsi di P4TKSB
Hukum & Kriminal

Polda DIY Kesulitan Lacak Aset Kasus Korupsi di P4TKSB

Depok,(sleman.sorot.co)--Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY mengaku kesulitan melacak aset hasil tindak pidana korupsi di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya (P4TKSB) DIY yang berlokasi di Klidon, Sukoharjo, Ngaglik. Petugas mengaku terkendala dengan modus yang dilakukan tersangka karena tidak menggunakan transaksi perbankan melainkan transaksi tunai.

Kasus dugaan korupsi di lembaga yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini sendiri sudah ditangani penyidik Polda DIY sejak tahun 2016 lalu. Penyidik telah resmi menetapkan empat orang tersangka yang semuanya merupakan pejabat teras di P4TKSB DIY. Namun, satu orang tersangka saat ini sudah meninggal dunia, sehingga masih terdapat tiga orang tersangka.

Kami telah menetapkan tersangka 4 orang dan satu sudah meninggal dunia. Meski sudah resmi jadi tersangka, namun ketiganya tidak dilakukan penahanan,” ujar Dirreskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Gatot Budi Utomo, Rabu (5/9/2018).

Ia menjelaskan, keputusan untuk tidak menahan ketiga tersangka karena penyidik memberi kesempatan kepada mereka untuk mengembalikan kerugian negara senilai Rp 10 miliar. Diduga kuat aset hasil korupsi tersebut telah disembunyikan dalam bentuk tanah dan rumah, sehingga menjadi kendala petugas dalam melakukan pelacakan aset tersebut. 

Sementara itu, penyidik juga telah melakukan penyitaan aset dari ketiga tersangka yang dibeli usai dan pada saat kejadian kasus pidana tersebut. Adapun aset yang sudah disita antara lain berupa tanah, rumah, mobil dan juga uang tunai dengan total senilai Rp 7 miliar.

Untuk aset-aset yang sudah disita ada yang berada di DIY dan sebagian berada di luar DIY,” tandas Gatot.