Pesawat Sky Ranger Jatuh di Gading Gunungkidul Akibat Mati Mesin
Peristiwa

Pesawat Sky Ranger Jatuh di Gading Gunungkidul Akibat Mati Mesin

Depok,(sleman.sorot.co)--Sebuah pesawat jenis Microlight Sky Ranger PK-S160 jatuh di wilayah Padukuhan Gading I, Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (04/09) sore. Pesawat yang ditumpangi dua orang masing-masing pilot dan co pilot tersebut jatuh dan tersangkut pohon mahoni di kebun milik warga.

Pesawat tersebut diketahui milik salah satu anggota Jogja Flying Club, Erik Kristianto (36), warga Jalan Klalimantan, No. C-20E, Sinduadi Sleman yang juga pentolan grup band Endang Soekamti. Dalam latihan tersebut, Erik bertindak sebaga co pilot. Sedangkan pilot bernama Faslan Havisha (27) warga Perum Gap, Mebabu B-34, Gamping, Sleman.

Menurut Ketua Jogja Flying Club, Tjandra Agus Budiman, pesawat tersebut mengalami kecelakaan engine fail atau mati mesin pada saat melakukan latihan terbang di area selatan Yogyakarta, tepatnya di wilayah Gading, Kecamatan Playen. Saat mengalami kecelakaan, cuaca di kawasan selatan cukup bagus dengan kecepatan angin 10 knot.

Pukul 15.00 WIB pilot dan co pilot melakukan breefing dan cek kesehatan, kemudian melakukan persiapan untuk terbang. Start engine dan pesawat dinyatakan layak terbang, pilot memutuskan untuk memulai latihan di area selatan. Pada ketinggian sekitar 5.000 feet terjadi engine fail dan pilot berusaha untuk masuk ke landasan gading,” ungkap Tjhandra dalam siaran persnya, Selasa petang kemarin.

Ia menambahkan, pada saat melakukan pendaratan di landasan Gading tersebut pesawat mengalami undershoot (mendarat sebelum sampai landasan) sehingga pesawat tidak dapat masuk ke landasan. Sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur), lanjutnya, pesawat yang mengalami undershot, pilot harus mencari lokasi pendaratan yang aman. Sehingga ia memutuskan untuk mendaratkan pesawat di kebun milik warga. 

Tepat pukul 16.00 WIB pilot mendeklar emergensi dan pada saat pesawat tidak dapat sampai ke landasan, pilot wajib untuk mencari tempat yang paling aman. Tempat aman itu yang bukan perumahan, tidak menimbulkan korban di bawah dan bisa menyelamatkan pilot dan copilot.

Dan bersyukur tidak ada korban jiwa, pilot dan co pilot selamat tidak mengalami luka. hanya saja pesawat mengalami kerusakan,” terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut, pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan buatan tahun 2006 dan dalam kondisi layak terbang. Sebelum memulai latihan pesawat tersebut juga sudah menjalani serangkaian pengecekan di Landasan Udara Adisucipto Yogyakarta. Sedangkan pilot yang menerbangkan pesawat tersebut juga sudah memiliki kualifikasi sebagai instruktur penerbang. 

Pesawat sudah berhasil dievakuasi dari atas pohon dan dibawa ke hanggar FASI DIY,” tandasnya.