Diintimidasi Rentenir, Warga Lapor Polisi Justru Ditolak
Hukum & Kriminal

Diintimidasi Rentenir, Warga Lapor Polisi Justru Ditolak

Gamping,(sleman.sorot.co)--Belasan warga Brajan, Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul mendatangi Mapolres Sleman, Sabtu (1/9/2018) siang. Kedatangan mereka untuk melaporkan salah satu warga Kecamatan Gamping berinisal R karena diduga telah melakukan intimidasi saat menjalankan bisnisnya sebagai seorang rentenir.

Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Pandawa, Thomas Nur Ana Edi Dharma, S.H mengatakan bahwa terlapor berinisial R ini menerapkan bunga yang terlalu tinggi yakni sebesar 5 % untuk setiap minggunya. Setelah dana tersebut cair, R masih melakukan pemotongan sebesar 10 %.

"Selain itu, terlapor pada saat setiap kali penagihan kepada para korban selalu menggunakan pengancaman bersama dengan anak buahnya," ucap Thomas.

Hingga saat ini jumlah korban yang sudah meminta perlindungan kepada pihak LKBH Pandawa ada 9 orang. Namun mendadak 4 korban mencabut kuasa dengan alasan merasa ketakutan karena didatangi oleh terlapor beserta anak buahnya. 

Jumlah pinjamannya bervariasi, antara 1 juta sampai Rp 20 juta. Namun demikian juga ada juga warga yang pinjam mencapai Rp 60 juta.

"Terduga rentenir berinisial R ini telah menjadi keresahan di warga masyarakat," lanjut Thomas.

Namun sayangnya, ujar dia, laporan terhadap korban belasan rentenir tidak diterima oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sleman dengan alasan kurang masuk dalam unsur hukum dalam pasal 368 KUHP.

Lantaran Kepolisian Resor Sleman tidak bisa menerima laporan dari masyarakat, maka pihak LKBH Pandawa akan mencoba melaporkan ke Polda. Namun jika di Polda terjadi penolakan, maka hal itu akan dilaporkan ke Mabes Polri atau ke Kompolnas.