Pantau Stok dan Harga Hewan Kurban, Bupati Sleman Blusukan ke Pasar Gamping
Peristiwa

Pantau Stok dan Harga Hewan Kurban, Bupati Sleman Blusukan ke Pasar Gamping

Gamping,(sleman.sorot.co)--Mendekati Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah yang jatuh pada tanggal 22 Agustus, Bupati Sri Purnomo bersama Dinas Disperindag, Pertanian Perekonomian Sleman, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan stok dan harga hewan kurban di Pasar Hewan Gamping, Jumat (10/8).

Bupati bersama rombongan menyempatkan untuk berkeliling di seputar pasar hewan dan berdialog dengan para pedagang dan pembeli hewan kurban. Bupati juga menyerahkan buku panduan dalam memilih hewan kurban yang tepat kepada masyarakat yang berada di Pasar Hewan tersebut. Dari hasil pemantauan tersebut, stok hewan kurban di wilayah Sleman masih mencukupi untuk perayaan Idul Adha tahun ini.

Stok sapi cukup, kemudian jumlah sapi yang bisa disembelih untuk kurban Idul Adha 2018 banyak. Saya pantau harganya relatif terjangkau, artinya walaupun mendekati hari H kurang lebih 13 hari lagi, harganya tidak terlalu naik,” ucapnya.

Harga hewan kurban di Pasar Gamping sendiri tidak mengalami kenaikan yang signifikan sehingga masih masih relatif terjangkau oleh masyarakat sohibul kurban. Sapi untuk hewan kurban rata-rata dijual dengan kisaran harga antara Rp 19 hingga Rp 25 juta. Namun juga terdapat beberapa orang membeli sapi kurban hingga kisaran harga Rp 60 juta. 

Bupati menghimbau kepada masyarakat maupun panitia-panitia penyelenggara penyembelihan hewan kurban untuk melakukan survey harga terlebih dahulu sebelum membeli hewan kurban. Pasalnya, di beberapa tempat penjualan hewan kurban harga ternak baik sapi maupun kambing sudah mengalami kenaikan disbanding di pasar hewan.

Smentara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suwandi Aziz mengatakan bahwa ketersediaan ternak di Kabupaten Sleman pada tahun 2018 dari jenis sapi berjumlah 49.275 ekor, kambing berjumlah 28.480 ekor, dan domba berjumlah 84.100 ekor.

Tentunya data tersebut merupakan ketersediaan populasi keseluruhan, untuk yang pejantannya sekitar 30% itu ada yang masih muda, ada yang siap potong. Dari 30% tersebut kita ambil sekitar 15% yang siap dipakai sebagai hewan kurban,” tandas Aziz.