Mengharukan, Anak Buruh Potong Ayam Menjadi Bintara Polisi
Peristiwa

Mengharukan, Anak Buruh Potong Ayam Menjadi Bintara Polisi

Depok,(sleman.sorot.co)--Pasangan suami istri Supono (60) dan Sri Mulyani (52), warga Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan, seketika menangis haru dan bahagia mendengar pengumuman anaknya lulus menjadi Bintara Polri 2018. Buruh di tempat potong ayam ini tidak menduga anak semata wayang mereka, Muhammad Riyaldi Wijaya (20), akan menjadi anggota polisi.

Anaknya dinyatakan lulus seleksi anggota Polri dalam Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Seleksi Bintara Polri 2018 yang dihelat di Gedung Serbaguna Polda DIY, Jumat (3/8). Bersama ratusan anggota lainnya, Riyaldi akan menempuh pendidikan polisi.

Ditemui di sela-sela acara, Supono menceritakan, anaknya sudah dua kali mendaftar anggota TNI dan tiga kali mendaftar sebagai anggota polisi. Semangatnya yang besar sehingga mengantarkan anak tunggalnya berhasil lolos dalam pendaftaran kali ini.

Saya bangga cita-cita anak saya tercapai. Mudah-mudahan pendidikannya lancar dan besok jadi polisi yang baik dan mampu mengayomi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengaku, tidak membayar sedikitpun selama anaknya mengikuti seleksi menjadi anggota polisi. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai buruh pemotong ayam dengan penghasilan yang tidak menentu antara Rp 20 ribu – Rp 60 ribu per hari. Sedangkan istrinya juga hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah yang tak seberapa. 

Meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi, tak membuat keluarg aini minder untuk mendaftarkan anaknya menjadi anggota polisi.

Tidak ada nazar atas keberhasilan Riyaldi. Nazarnya hanya bersyukur kepada Yang Kuasa saja, kalau mau neko-neko pakai biaya,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri mengungkapkan, dalam Seleksi Bintara Polri 2018 ini memberikan kesempatan warga masyarakat untuk menjadi anggota Polri. Seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan, sehingga nilai hasil seleksi semua peserta juga dapat diketahui.

Untuk tahapan berikutnya, para bintara yang dinyatakan lulus akan berangkat ke SPN Selo Pamioro. Nanti tanggal 7 Agustus baru pembukaan pendidikan,” tandas Kapolda.

Dalam sidang kelulusan tersebut diikuti sebanyak 194 peserta, terdiri dari 169 peserta bintara umum dan 25 bintara kompetensi khusus. Sidang menyatakan sebanyak 121 bintara umum dan 25 bintara khusus lulus dan akan menempuh pendidikan polisi.